Minggu, 28 November 2010

Penulisan Daftar Pustaka, Kutipan dan Catatan Kaki

Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.

* Bentuk Daftar Pustaka :
Daftar isi disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebutnama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada. Jarak antara baris dengan baris adalab spasi rapat. Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal. dimulai dan pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua, ketiga, dan seterusnya dan tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinea baru).

* Unsur-unsur Daftar Pustaka :
- Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
- Judul buku, termasuk judul tambahan.
- Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal
(jumlah halaman) buku tersebut.
- Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid
nomor dan tahun.

* Tujuan Penulisan Daftar Pustaka :
Untuk mendeskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan,
karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain. Selain itu berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Pada daftar pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.

Kutipan
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

* Cara Penulisan Kutipan :
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

* Jenis – Jenis Kutipan :
- Kutipan Langsung.
- Kutipan Tidak Langsung.
- Kutipan pada catatan kaki.
- Kutipan atas ucapan lisan.
- Kutipan dalam kutipan.
- Kutipan langsung dalam materi
* Tujuan Kutipan :

a. Sebagai landasan teori
b. Untuk meperkuat pendapat dari penulis
c. Sebagai penjelasan suatu uraian
d. Sebagai bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
e. Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
f. Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
g. Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
h. Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan
i. Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
j. Meningkatkan estetika penulisan.
k. Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan
naskah yang terkait dengan data pustaka.

Catatan Kaki
Catatan kaki adalah keterangan dari sumber kutipan yang ditempatkan langsung dibelakang kutipan. Bila keterangan semacam itu ditempatkan pada akhir bab atau akhir karangan, maka catatan atau keterangan semacam itu disebut keterangan saja.

* Jenis-Jenis Catatan kaki :
a. Penunjuk sumber (referensi).
b. Catatan penjelas, adalah catatan kakai yang dibuat dengan tujuan untuk membatasi suatu
pengertian, atau menerangkan dan memebri komentar terhadap suatu pernyataan.
c. Gabungan penunjukan sumber dan catatan penjelas, jenis ini berupa gabungan antara
penunjukan sumber dan catatan penjelas.

* Tujuan Catatan kaki :
a. Menyusun pembuktian.
Semua dalil atau penyataan yang penting, yang bukan merupakan pengetahuan umum harus
didukung oleh pembuktian-pembuktian.
b. Menyatakan hutang budi.
Penunjukan sumber pada catatan kaki dimaksudkan pula untuk menyatakan hutang budi
kepada pengarang yang dikutip pendapatnya itu, dengan menyebut nama pengrang yang
dikutip pendapatnya itu.
c. Menyatakan keterangan tambahan.
Catatan kaki juga dimaksudkan sebagai keterangan tambahab untuk uraian, bias berupa inti
atau sari, uraian teknis, materi penjelasan.
d. Merujuk bagian lain teks
Catatan kaki dapat juga dipergunakan untuk menyediakan informasi kepada bagian-bagian lain
dari tulisan itu, misalnya penulis member catatan agar pembaca melihat atau memeriksa uraian
pada halaman sebelumnya.


Evaluasi dari ketiga materi di atas :

Dari ketiga materi di atas yaitu tentang daftar pustaka, kutipan dan catatan kaki terdapat perbedaan pada teknik penulisan, jenis – jenis penulisan dan tujuan dari penulisan. Pada daftar pustaka cara penulisannya adalah sebagai berikut :
Nama Pengarang. Tahun. Judul Buku: Penerbit.
Pada Kutipan. Kutipan ditulis dengan menggunakan “dua tanda petik” jika kutipan ini merupakan kutipan pertama atau dikutip dari penulisnya. Jika kutipan itu diambil dari kutipan, maka kutipan tersebut ditulis dengan menggunakan ‘satu tanda petik’. Kutipan tidak harus mencantumkan penerbit.
Jika pada catatan kaki

Catatan kaki ada dua macam, yaitu catatan kaki lengkap dan catatan kaki singkat. Catatan kaki lengkap adalah catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan:
• nama pengarang,
• judul buku,
• nama atau nomor seri (jika ada),
• jumlah jilid (jika ada),
• nomor cetakan,
• kota penerbit,
• nama penerbit,
• tahun terbit, dan
• nomor halaman.
Berdasarkan contoh catatan kaki ini, dapat disimak ketentuan penulisannya sebagai berikut:Ibid., op.cit., dan loc.cit. ditulis italic.Ibid. diikuti tanda titik, koma, dan nomor halaman.Op.cit. di depannya dicantumkan nama pengarang, lalu di belakang op.cit. diikuti nomor halaman.Loc.cit. sama dengan op.cit., tetapi tidak diikuti nomor halaman.
Berdasarkan pada materi di atas, berupa tujuan teknik penulisan dan jenis2 penulisan pada daftar pustaka, kutipan dan catatan kaki, hal di atas sangatlah penting pada penulisan ilmiah, bukan hanya sebagai pelengkap penulisan ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar